Pages

Senin, 16 April 2012

Kenangan Masa Lalu, dan Lihatlah Arah Masa Depan

Hidup manusia tidak terlepas dari masa lalu. Masa kini yang dijalani adalah hasil dari masa lalu, dan masa yang akan datang ditentukan amal kita hari ini.
Sejauh mana kita melangkah hari ini? adalah hasil dari keputusan pada masa lalu. Tapi kesuksesan masa depan akan sangat ditentukan oleh ikhtiar kita hari ini. Faktanya ada orang yang memiliki masa lalu kelam, masa lalu yang pahit dan penuh kegagalan, namun pada saat ini mampu meraih kesuksesan yang gemilang, karena dia tidak terjebak dengan kelamnya masa lalu itu, dan dia pun bangkit, segera mulai hari ini untuk meraih masa depan yang lebih baik. Sebaliknya ada orang yang memiliki masa lalu indah, tapi mengalami keterpurukan saat ini, karena dia terlena dengan keindahan itu.

Masa lalu, baik atau buruk, adalah sesuatu yang sudah terlewati. Kenangan indahlah yang membuat diri kita semangat dan termotivasi untuk tetap beramal yang baik. Bersyukurlah bagi kita yang menjadikan kenangan indah itu sebagai spirit dalam menjalani kehidupan ini.
Ada juga orang yang memiliki kenangan pahit, tapi menjadikan kepahitan hidupnya itu sebagai cambuk yang memotivasi dirinya untuk sukses dan lebih sukses lagi. Tapi tidak sedikit orang yang hilang semangatnya, bahkan lebih terpuruk karena masa lalunya yang pahit dan membuat dirinya berputus asa!
Terlepas dari itu semua, apakah masa lalu kita baik dan buruk, indah dan pahit, yang terpenting bagaimana kita mengambil hikmah, kemudian kita jadikan landasan untuk melangkah ke depan lebih baik lagi.
Melangkahlah saat kini, bagaimana kita bertindak sekarang, dan menyikapi masa lalu sebagai sebuah pelajaran yang berharga untuk kita.
Rasulullah saw bersabda :
عَجِبْتُ لِلْمُؤْمِنِ إِذَا أَصَابَهُ خَيْرٌ حَمِدَ اللهَ وَشَكَرَ وَإِنْ أَصَابَتْهُ مُصِيبَةٌ حَمِدَ اللهَ وَصَبَرَ فَالْمُؤْمِنُ يُؤْجَرُ فِي كُلِّ أَمْرِهِ حَتَّى يُؤْجَرَ فِي اللُّقْمَةِ يَرْفَعُهَا إِلَى فِي امْرَأَتِهِ.
﴿رواه مسلم وأحمد﴾
"Aku mengagumi seorang mukmin, bila memperoleh kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur. BIla ditimpa musibah dia memuji Allah dan bersabar. Seorang mukmin diberi pahala dalam segala hal, walaupun dalam sesuap makanan yang diangkatnya ke mulut istrinya." ( HR Muslim dan Ahmad )
Yang terjadi pada masa lalu, kebaikan ataupun keburukan, keduanya menjadi pelajaran bagi kita untuk menjadi manusia yang selalu bertakwa kepada Allah SWT, bahwa semua kejadian di dalam hidup kita telah tercatat di Lauhul Mahfudz.

Wallahu A'lam Bis-Shawaab
www.ummughiyas.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar

 
Twitter Bird Gadget